Home Bandar Lampung SPBU Nyunyai Diduga Jual Solar Subsidi Secara Ilegal, Masyarakat Desak Ditipiter Polda Lampung

SPBU Nyunyai Diduga Jual Solar Subsidi Secara Ilegal, Masyarakat Desak Ditipiter Polda Lampung

44
0
SHARE
SPBU Nyunyai Diduga Jual Solar Subsidi Secara Ilegal, Masyarakat Desak Ditipiter Polda Lampung

Tindak Tegas Oknum Terlibat

RAJABASA, LAMPUNG, ANALISIS KRITIS, — Praktik penjualan solar subsidi secara ilegal diduga marak terjadi di SPBU 25.351.93 yang berlokasi di Nyunyai. Laporan yang disampaikan warga menyebutkan bahwa pasokan BBM bersubsidi tidak sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat yang berhak, melainkan dialihkan kepada pihak-pihak tertentu untuk dijual kembali dengan keuntungan berlipat ganda.

Warga sekitar menyaksikan langsung adanya pengaturan antrean yang mencurigakan: kendaraan-kendaraan tertentu diprioritaskan mengambil solar dalam jumlah besar, sementara warga yang benar-benar membutuhkan kesulitan mendapatkan pasokan. Praktik ini diduga dikoordinasikan oleh oknum petugas di SPBU yang bekerja sama dengan penimbun atau pelangsir.

Kondisi ini mendorong masyarakat untuk menuntut Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Polda Lampung agar tidak menutup mata dan segera turun ke lokasi melakukan penyelidikan menyeluruh. Warga menekankan bahwa kejahatan ini merugikan rakyat dan negara, sehingga penindakan tidak boleh ditunda.

Masyarakat meminta agar aparat berwenang segera:
1.Memeriksa langsung lokasi SPBU 25.351.93 Nyunyai;
2.Mengamankan dan menelusuri rekaman CCTV serta catatan pengisian harian;
3.Memeriksa kendaraan-kendaraan yang diduga berulang kali mengambil pasokan dalam jumlah besar;
4.Memanggil dan menanyai pengelola serta petugas SPBU terkait dugaan pengalihan BBM;
5.Menindak tegas seluruh oknum yang terbukti terlibat tanpa pandang bulu.

“Solar subsidi adalah hak kami rakyat kecil, bukan barang dagangan untuk diperkaya segelintir orang. Kami berharap Dittipiter Polda Lampung bertindak tegas dan tidak membiarkan ini terus terjadi,” tegas perwakilan warga.Sabtu (12/9/2026)
(Gerry)